Meruntuhkan mitos sebuah gudang

Gudang itu nggak harus berantakan.
Tapi yang namanya entropy memang akan selalu meningkat sesuai dengan aktivitas penghuninya. Terbukti dengan penampakan Gudang Cadangan (total ada dua buah gudang) di apartment saya ini yang sumpe astaga sekali. Astaga amburadulnya.


Awalnya sih nggak kerasa ketika saya bragh brugh meletakkan berbagai barang disana, ya. Mulai dari nggabrukkin roll tissues, paper towel, art supplies, seterika uap model berdiri (yang ternyata lumayan makan tempat sehingga terus terang membuat saya berpikir untuk mewariskannya kepada yang berminat. Jadi, ada yang mau kah?), inline skate si Kakak, segala mainan Keiva, dan seterusnya. Intinya: banyak aja barangnya dan makin tidak terkontrol cara menyimpannya.

Maka yang saya lakukan kemudian tentu saja berusaha merapikannya. FYI: Tanpa harus misuh-misuh atau mengeluh loh, ya. Karena pada dasarnya saya memang hobby beres-beres. Lagipula kegiatan merubah sesuatu yang awalnya berantakan menjadi rapi jali itu memang salah satu therapy yang cukup bagus untuk manusia obsessive compulsive macam saya. Serius.

Kembali ke soal gudang.
Jadi yang saya lakukan untuk merapikannya:
1 Mengeluarkan seluruh barang yang ada disana.
Tujuan: untuk memudahkan menata ulang letak barang yang ada


2 Menyedot debu, mengepel serta menyikat lantai sampai bersih pol.
Note. Kalau cuma dipel, rasanya kurang puas. Jadi lantai perlu disikat juga.
3 Menyortir barang 
Saya menyortirnya menjadi dua bagian: 
(1) Barang yang jarang dipakai
(2) Barang yang lebih dari setahun tidak dipakai dan saya bisa hidup tanpanya. 

Untuk barang-barang yang masuk dalam katagori 1 saya tata ke dalam wadah yang nantinya akan dikembalikan ke gudang. Sedangkan barang-barang katagori 2* saya letakkan di dalam dus khusus, siap untuk dibuang. Kebetulan hari itu hari Rabu, hari buang sampah di kompleks apartment saya.

4 Yang terakhir: menata ulang letak barang

Dan setelah 1.5 jam bertungkus lumus inilah hasilnya:


Niat saya: mau cari karpet atau kursi kecil yang nyaman yang ukurannya pas untuk digelar di depan rak. Biar bisa duduk-duduk di dalam gudang aja gitu. Terutama ketika mentok mau ngapain ketika ber-me time. Ehk. 




Kesimpulan: Gudang itu boleh sesekali berantakan.
Tapi defaultnya harus tetep rapi.
Mereun.

Salam,
Vina Revi